Senin, 13 Februari 2017

Urgensi Media dalam Pembelajaran

;script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"> Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (bovee, 1997).
Media pembelajaran adalah sebuah alat yg berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. 

Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tampa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Bentuk-bentuk stimulus biasa di pergunakan sebagai media antaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realita, gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari bahasa asing. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu di dalam satu waktu atau tempat. 

Pengertian media seringkali disalah tafsirkan dengan sarana pelaratan pendukungnya. Kata media, berasal dari bahasa latin ‘medius’ dan merupakan bentuk jamak dari medium yang bermakna perantara atau mengantar. Dalam bahasa arab, media sering disebut dengan ‘wasail’ yang merupakan bentuk jamak dari ‘wasilah’ yang juga bersinonim ‘wasail’ yang juga bersinonim dengan ‘al wasth’ yang artinya ‘tengah’. Kata ‘tengah’ bermakna berada di antara dua sisi, maka bias juga di sebut dengan ‘perantara’ (wasilah) atau yang mengantarai kedua sisi tersebut. 

 Dari ketiga pendapat tersebut di atas, maka dapat di simpulkan bahwa :“Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin di teruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut”. Selain itu menurut Moedjiono,dan moh Dimyati (1991/1992 :2) Media yakni bahan pembelajaran dengan atau tanpa peralatan yang di gunakan untuk menyajikan informasi kepada para siswa agar mereka dapat mencapai tujuan.. 

Menurut Heinich ( dalam Ahsanudin 2006) .Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran. Marshall Mcluhan (dalam Oemar hamalik ,2001) berpendapat bahwa “ Media adalah suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak kontak langsung dengan dia “ Nilai praktis media pembelajaran antara lain yaitu;dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa.

Disamping itu media pembelajaran memiliki kelebihan yang dapat mengatasi keragaman latar belakang siswa, sehingga dapat memberikan suatu pengertian yang sama kepada siswa tentang suatu materi pelajaran “ ( Hamalik Moedjiono& Suprijanta,1986).Rohani (dalam Harmawan,2007) mengemukakan bahwa “Media audio visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi)meliputi media yang dapat dilihat dan didengar) 2.2 Pemilihan Media yang tepat Beberapa prinsip perlu diperhatikan agar media dipergunakan secara maksimal, efektif dn efisien.Rahardjo (1988) menyebutkan beberapa prinsip dalam pemilihan media yang tepat,yaitu: 

1. Adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media ,untuk siapa dipakai dimana keperluan apa dn sebagainya. 
2. Familiaritas media, pengguna media, harus mengenal sifat dan cirri-ciri media yang akan dipilih. 
3. Media pembanding,hal ini diperlukan untuk memberikan alternbatif pertimbaangan dalam rangka mengambil keputusan yang tepat tentang media yang akan dipergunakan . 
4. Adanya norma atau patokan yang akan dipakai dan si kenakan pada proses pemilihan. 2.3. Pengetian Strategi Strategi adalah rangkaian keputusan dan tindakan untuk mencapai suatu maksud dalam suatu organisasi. 

Menurut Siagian dalam bukunya Manajemen Strategik, bahwa strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan implementasi oleh seluryuh jajarn atau organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. 

Menutut Philip Kotler strategi adalah wujud rencana yang terarah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan menurut Busu swasta strategi adalah rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan. Strategi juga didefinisikan sebagai suatu proses yang menentukan arah yang perlu dituju oleh organisasi untuk memenuhi misinya. 2.4 Kendala-kendala dalam strategi Pengembangan Media Pembelajaran 

Dalam pelaksanaan strategi pengembangan media pembelajaran dilapangan tidak selamanya berjalan lancar. Kendala-kendalaatau hambatan yang ditemukan diantaranya sebagai berikut : 1. belum memadainya sumber daya manusi, khusunya untuk tenaga yang menguasai TIK/ICT, baik sebagai instruktur maupun operator. 2. Minimnya biaya yang dianggarkan oleh pemerintah untuk dialoksi pendidikan berpengaruh pada kelancaran pengembangan suatu media pembelajaran disuatu lembanga pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Sedangkan biaya yang diperlukan sangat besar karena masih mhalnya harga hadr were dan soft were 3. Kurangnya kerjasama lembanga pendidikan dengan instansi yang berkaitan denga teknologi informasi 4. Terbatasnya infrastruktur yang mendukung pada pemanfaatan TIK,terutama untuk daerah-daerah terpencil. 2.5 

Upaya-upaya mengatasi Kendala-kendala dalam strategi Pengembangan Media Pembelajaran Upaya-upaya yang dapat dilakukan untk mengatasi kendala dalam strategi pengemabangan media pembelajaran antara lain sebagai berikut: 1. Meperbanyak pelatihan-pelatihan untuk tenaga instruktur dan operator baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta 2. Pemerintah hendaknya menambah anggaran dana pendidikan 3. Mengadakan kerjasama antara lembaga pendidikan dengan instansi terkait dlm pengembangan suatu media pembelajaran 4. Memperbaiki infrastuktur sampai ke dareah-daeah terpencil sekalipun 

KESIMPULAN 

Strategi sangat berkaitan dengan unsur-tunsur pembelajaran yang lainseperti guru,siswa, materi,media,sumber,dan tujuan serta metode,semua unsur tersebut saling berkaitan sebagai suatu sistem ,sehingga sangat menentukan dalam pencapaian suatu tujuan,dalam suatu pembelajaran. 

Diantara unsur pembelajaran di atas unsur siswa memegang peranan yang sangat penting . Hal ini sebabkan siswa sebagai subjek pembelajaran,siswa merupakan pelaku yang saat ini posisinya sebagai student centered ,dalam student centered siswa diharapkan aktif mencari sumber sendiri dan belajar sendiridengan menggunakan bantuan media yang sesuai, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. 

Agar siswa belajar dengan aktif, maka media pembelajaran sebagai alat bantu atau perantara dalam proses belajar mengajar, memegang peranan penting .Media pembelajaran ini dalam pelaksanaan pembelajaran memerlukan pengembangan. 

Dalam mengembangkan media pembelajaran ini diperlukan strategi-strategi yang tepat .Strategi ini sangat di perlukan karena media hanya sebagai perantara saja .Dalam pelaksanaan strategi pengembangan media pembelajaran ini sangat bergantung pada factor-faktor seperti kebijakan pemerintah, organisasi peduli pendidikan, dan instansi atau lembaga pendidikan. Namun dalam kenyataannya,masih banyak hambatan seperti kurangnya sumber daya manusia yang menguasai TIK minimnya anggaran pendidikan, kurangnya kerja sama antar lembaga dan kurangnya infrastruktur. 

Kendala -kendala diatas dapat diatasi dengan cara-cara bijak ,seperti memperbanyak pelatihan –pelatihan terhadap sumber daya manusia dalam bidang TIK ,menambah anggaran untuk pendidikan ,memperbanyak kerja sama dengan lembaga lain,dan melengkapi infrastruktur. 

 DAFTAR PUSTAKA Arsyad, Azhar .2007.Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo http://akhmad sudrajat wordpress.com/2008/12media-pembelajaran/ http://edu-articles.com/berbagai -jenis-media- pembelajaran/#more-101

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Contoh laporan Penelitian Tindakan Kelas

< !-- Bahan pelajaran --> BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Semua guru atau siswa pasti selal...