Minggu, 15 Januari 2017

PERAN MANAJEMEN/KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kata "manajemen" tampaknya sudah begitu sering kita dengar. Manajemen erat kaitannya dengan konsep organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka ada baiknya kita memahami dulu pengertian dari organisasi. 

Menurut Griffin (2002) , organisasi adalah a group of people working together in a structured and coordinated fashion to achieve a set of goals. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. Atau dengan bahasa lain, penulis mendefinisikan organisasi sebagai sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. Berbagai organisasi memiliki tujuan yang berbeda, bergantung pada jenis organisasinya.

Organisasi politik misalnya, dapat memiliki tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis organisasinya. Organisasi politik misalnya, dapat memiliki tujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat melalui aturan kelembagaan politik tertentu. Atau bisa juga organisasi politik bertujuan untuk meraih kursi kekuasaan sebanyak-banyaknya agar perannya sebagai pembawa aspirasi rakyat dapat diwujudkan secara optimal. Di sisilain, organisasi sosial dapat dapat memiliki tujuan yang berbeda dengan organisasi politik.


Organisasi sosial bisa tidak bertujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat melalui kegiatan perebutan kekuasaan, akan tetapi organisasi sosial bisa jadi bertujuan untuk menjawab aspirasi rakyat melalui kegiatan tertentu yang secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat, misalnya melalui pemberian sumbangan, pelatihan-pelatihan, dan lain sebagainya. Berbeda dengan organisasi politik dan sosial, sebuah universitas adalah juga sebuah organisasi. 

Di dalamnya ada sekumpulan orang-orang mulai dari dosen, karyawan, mahasiswa, serta ada tujuan yang ingin dicapai oleh universitas. Misalnya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tertentu sehingga dapat menjadi insan yang berguna di masyarakat. Bagaimana dengan organisasi bisnis? Organisasi bisnis bisa jadi bertujuan untuk memperoleh profit. Sekali pun tidak seluruh organisasi bisnis bertujuan untuk profit, namun profit adalah salah satu tujuan yang ingin di capai oleh organisasi bisnis di mana pun. 

Jika tujuan dari bisnis adalah profit, maka organisasi adalah sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan untuk meraih profit dalam kegiatan bisnisnya, sehingga mereka berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama di dalam organisasi tersebut.

 Bagaimana kerja sama dapat di lakukan ketika karakter orang-orang atau kelompok orang yang ada di dalam organisasi sangat berbeda-beda, di dorong oleh motif yang berbeda-beda, dan berlatar belakang yang berbeda-beda pula? Selain orang-orang yang berbeda-beda, organisasi juga terdiri dari berbagai sumber daya yang dimilikinya, misalnya peralatan, perlengkapan, dan lain-lain. Griffin mengemukakan bahwa paling tidak organisasi memiliki berbagai sumber daya, seperti sumber daya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), sumber daya dana (financial resources) atau keuangan (funds), serta sumber daya informasi (informational resources).

Bagai mana keseluruhan sumber daya tersebut dikelola melalui kerja sama dari orang-orang yang berbeda sehingga tujuan organisasi dapat dicapai? A.Tugas Pokok Kepemimpinan yaitu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti yang telah disebutkan sebelumnya yang terdiri dari: merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi. 

Terlaksananya tugas-tugas tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan seorang diri, tetapi dengan menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. Agar orang-orang yang dipimpin mau bekerja secara efektif seorang pemimpin di samping harus memiliki inisiatif dan kreatif harus selalu memperhatikan hubungan manusiawi. Secara lebih terperinci tugas-tugas seorang pemimpin meliputi: pengambilan keputusan menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan, mengorganisasikan dan menempatkan pekerja, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan baik secara vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horisontal (antar bagian atau unit), serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Secara umum, tugas-tugas pokok pemimpin antara lain :

a. Melaksanaan Fungsi Managerial, yaitu berupa kegiatan pokok meliputi : - Penyusunan Rencana - Penyusunan Organisasi Pengarahan Organisasi Pengendalian Penilaian - Pelaporan 

b. Mendorong (memotivasi) bawahan untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun
c. Membina bawahan agar bertanggung jawab tugas masing-masing secara baik 
d. Membina bawahan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
e. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis
f. Menyusun fungsi manajemen secara baik 
g. Menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreatifitas
h. Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar

B. Fungsi Kepemimpinan dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan.
Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki dua  aspek : - Fungsi administrasi. - Fungsi sebagai Top Manajemen 
Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya.
Menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam, bukan berada diluar situasi itu 

Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian di dalam situasi sosial kelompok atau organisasinya. Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu: 1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, 2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin. 

Berdasarkan kedua deminsi tersebut menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan : 1. Fungsi Instruktif. 2. Fungsi Konsultatif. 3. Fungsi Partisipasi. 4. Fungsi Delegasi 5. FungsiPengendalian. Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. 

Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. 

Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya dalam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah : 1. Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan 2. Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar. 3. Sebagai komunikator yang efektif. 4. Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral. Di sinilah peran dari manajemen di perlukan. 

Manajemen diperlukan ketika terdapat sekumpulan orang-orang (yang pada umumnya memiliki karakteristik perbedaan) dan sejumlah sumber daya yang harus di kelola agar tujuan sebuah organisasi dapat tercapai. Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang yang melakukan hak dan kewajibannya sesuai kedudukannya, maka dia menjalankan suatu peranan. 

Peranan adalah pernyataan formal dan terbuka tentang perilaku yang harus di tampilkan oleh seseorang dalam membawa perannya. Sedangkan kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang untuk membuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. 

Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan 1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

Kepemimpinan otoriter atau bisa di sebut kepemimpinan otokratis atau kepemimpinan diktator adalah suatu kepemimpinan dimana seorang pemimpin bertindak sebagai diktator, pemimpin adalah penguasa, semua kendali ada di tangan pemimpin. Seorang diktator jelas tidak menyukai adanya meeting, rapat apalagi musyawarah karena bagi seorang diktator tidak menghendaki adanya perbedaan dan pastinya suka dengan memaksakan kehendaknya . 

1.Dengan kepemimpinan diktator semua kebijakan ada di tangan pemimpin, semua keputusan ada di tangan pemimpin, semua bentuk hukuman, larangan peraturan dapat juga berubah sesuai dengan suasana hati pemimpin. Jika kita lihat dari sisi gaya kepemimpinan secara ekstrim kepemimpinaan otoriter menempati urutan pertama karena kita lihat dari seberapa besar pengaruh atau campur tangan pemimpin.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikut sertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. kepemimpinan demokratis di mana pemimpin dan bawahan bisa saling bekerja sama. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. 

3. Gaya Kepemimpinan Bebas/Laissez Faire. Pemimpin jenis ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. Kepemimpinan laissez faire adalah titik ekstrim terakhir yaitu pemimpin yg tidak bertindak sebagai pemimpin semua kebijakan bebas di tentukan sendiri oleh anggotanya. 

4. Gaya kepemimpinan situasional yakni suatu sikap yang lebih melihat situasi: kapan harus bersikap memaksa, kapan harus moderat, dan pada situasi apa pula pemimpin harus memberikan keleluasaan pada bawahan. 

Jika kita tinjau menurut sistem kepemimpinan menurut likert maka sistem otoriter menempati sistem pertama, berikut lengkap sistem kepemimpinan menurut likert : (1) sistem l : otoriter (explosive/authoritative). (2) sistem ll : otoriter bijaksana (benevolent authoritative). (3) sistem lll : konsultatif (4) sistem lV : partisipatif. Adapun ciri kepemimpinan otoriter sistem l menurut likert dalam buku wahjosumidjo : kepemimpinan dan motivasi terbitan PT. Ghalia tahun 1987 adalah. : (1). Manajer menentukan semua keputusan yang bertalian dengan seluruh pekerjaan, dan memerintahkan semua bawahan untuk melaksanakanya. (2). Manajer menentukan semua standard bagaimana bawahan melakukan tugas. (3). Manajer memberikan ancaman dan hukuman kepada bawahan yg tidak berhasil melaksanakan tugas-tugas yg telas di tentukan. (4). Manajer kurang percaya terhadap bawahan dan sebaliknya bawahan tidak atau sedikit sekali terlibat dalam proses pengambilan keputusan. (5). Atasan dan bawahan bekerja dalam suasana yg saling mencurigai. Tipe kepemimpinan otoriter jika di terapkan sekarang mungkin kurang relevan, namun jika kita lihat lagi menurut gaya kepemimpinan situasional  tipe kepemimpinan ini bisa diterapkan terhadap anggota ato bawahan dengan tingkat kematangan rendah yaitu ketika seorang pemimpin menghadapi bawahan yg belum  bisa atau belum menguasai hampir semua bidang yg menjadi tanggung jawabnya.

 Ciri-ciri Kepemimpinan 1. Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Otoriter : 1) Tanpa musyawarah, 2) Tidak mau menerima saran dari bawahan, 3) Mementingkan diri sendiri dan kelompok, 4) Selalu memerintah, 5) Memberikan tugas mendadak, 6) Cenderung menyukai bawahan yang ABS (asal bapak senang), 7) Sikap keras terhadap bawaha, 8) Setiap keputusannya tidak dapat dibantah, 9) Kekuasaan mutlak di tangan pimpinan, 10) Hubungan dengan bawahan kurang serasi, 11) Bertindak sewenang-wenang, 12) Tanpa kenal ampun atas kesalahan bawahan, 13) Kurang mempercayai bawahan, 14) Kurang mendorong semangat kerja bawahan, 15) Kurang mawas diri, 16) Selalu tertutup 17) Suka mengancam, 18) Kurang menghiraukan usulan bawahan 19) Ada rasa bangga bila bawahannya takut, 20) Tidak suka bawahan pandai dan berkembang, 21) Kurang memiliki rasa kekeluargaan, 22) Sering marah-marah, 23) Senang sanjungan. 

Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Demokratis :1) Pendapatnya terfokus pada hasil musyawarah, 2) Tenggang rasa, 3) Memberi kesempatan pengembangan karier, bawahan, 4) Selalu menerima kritik bawahan, 5) Menciptakan suasana kekeluargaan, 6) Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan, 7) Komunikatif dengan bawahan, 8) Partisipasif dengan bawahan, 9) Tanggap terhadap situasi, 10) Kurang mementingkan diri sendiri, 11) Mawas diri, 12) Tidak bersikap menggurui, 13) Senang bawahan kreatif, 14) Menerima usulan atau pendapat bawahan, 15) Lapang dada, 16) Terbuka, 17) Mendorong bawahan untuk mencapai hasil yang baik, , 8) Tidak sombong, 19) Menghargai pendapat bawahan, 20) Mau membirnbing bawahan, 21) Mau bekerja sama dengan bawahan, 22) Tidak mudah putus asa, 23) Tujuannya dipahami bawahan, 24) Percaya pada bawahan, 25) Tidak berjarak dengan bawahan, 26) Adil dan bijaksana, 27) Suka rapat (musyawarah), 28) Mau mendelegasikan tugas kepada bawahan, 29) Pemaaf pada bawahan, 30) Selalu mendahulukan hal-hal yang penting. 

Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe laissez fasif : ,1) Pemimpin bersikap pasif, 2) Semua tugas diberikan kepada bawahan, 3) Tidak tegas, 4) Kurang memperhatikan kekurangan dan kelebihan bawahan, 5) Percaya kepada bawahan, 6) Pelaksanaan pekerjaan tidak terkendali 7) Mudah dibohongi , bawahan, 8) Kurang kreatif, 9) Kurang mawas diri, 10) Perencanaan dan tujuannya kurang jelas, 11) Kurang memberikan dorongan pada bawahan, 12) Banyak bawahan merasa dirinya sebagai orang yang berkuasa, 13) Kurang punya rasa tanggung jawab, 14) Kurang berwibawa, 15), Menjunjung tinggi hak asasi, 16) Menghargai pendapat bawahan (orang lain), 17) Kurang bermusyawarah., 

Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Situasional: 1) Supel atau luwes, 2) , berwawasan luas, 3) Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, 4) Mampu menggerakkan bawahan, 5) Bersikap keras pada saat-saat tertentu, 6) Berprinsip dan konsisten terhadap suatu masalah, 7) Mempunyai tujuan yang jelas, 8) Bersikap terbuka bila menyangkut bawahan, 9) Mau membantu memecahkan permasalahan bawahan, 10) Mengutamakan suasana kekeluargaan, 11) Berkomunikasi dengan baik, 12) Mengutamakan produktivitas kerja, 13) Bertanggung jawab, 14) Mau memberikan tanggung jawab pada bawahan 15) Memberi kesempatan pada bawahan untuk mengutarakan pendapat pada saat-saat tertentu, 16) Melakukan atau mengutamakan pengawasan melekat 17) Mengetahui kelemahan dan kelebihan bawahan, 18) Mengutamakan kepentingan bersama, 19) Bersikap tegas dalam situasi dan kondisi tertentu 20) Mau menerima saran dan kritik dari bawahan.

Berdasarkan uraian tesebut diatas ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepeminpinannya. Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari diri sendiri dan terus belajar, tidak hanya, bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga dengan membangun lingkungan kerja dalam organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik. 

REFERENSI :
Arvan Pradiyansah, 2010, You Are A Leader. Handoko, T. Hani, 1999, Manajemen. BPFE Yogyakarta

Harianja. Marihot Tua Effendi, Drs., M.Si. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia.Grasindo, Bandung

Hasibuan. Melayu SP, 1998, ,Manajemen Sumber Daya Manusia, Bina Aksara,Jakarta. Menjadi Pemimpin dengan memanfaatkan potensi terbesar yang anda miliki, Kaifa Bandung Massie, J.L., 1983, Dasar dasar manajemen ( Essentials of management) terjemahan Ignatius H, Erlangga, Jakarta Stoner, James A.F. 1982, Management. Pretince – Hall international, Inc. Engliewood Cliffs, New York

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Contoh laporan Penelitian Tindakan Kelas

< !-- Bahan pelajaran --> BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Semua guru atau siswa pasti selal...