Kamis, 31 Desember 2015

CARA MENGOPTIMALKAN SUMBER DAYA MANUSIA

Pendahulun

Ada empat dimensi yang melekat pada manusia, yaitu kompetensi, wewenang dan tanggung jawab dan kepercayaan, hal ini dimiliki seseorang dalam rangka meningkatkan kinerja oranisasi, sekaligus disebut sebagai modal seseorang bekerja.
Menyimak perberdayaan sumber daya manusia sangat signifikan untuk meningkatkan kinerja organisasi, maka permberdayaan sumber daya manusia harus terencana, terarah dan strategis, yang pada ahirnya dapat digunakan dan diimplementasikan pada unit kerja organisasi yang bersangkutan.
Walaupun pemberdayaan Sumber Daya Manusia hanya focus pada daya manusianya, namun perlu disimak unsure-unsur manajemen dalam organisasi, dimana unsure yang paling penting adalah unsure manusia. Hal ini bukan berarti bahwa daya dari unsure lainnya tidak perlu, seperti uang, metode, peralatan, mesin dan pasar, akan tetapi berdayanya unsure uang, metode, peralatan, mesin, sangat ditentukan oleh daya yang ada pada manusia itu sendiri, dengan kata lain karena manusialah maka unsure-unsur lain tersebut menjadi ada dayanya, ada gunanya dan ada manfaanya.
            Nampaknya sederhana kalau dipahami, bahwa pemberdayaan sumberdaya manusia itu hanya mencakup empat dimensi, kompetensi, wewenag, kepercayaan dan tanggungjawab, tapi apakah semua pimpinan sudah memberdayakan secara keseluruhan untuk lebih berkinerjanya orgnisasi, atau baru diberdaya kompetensi saja, mestinya keempat empatnya diberdayakan secara bersamaan, tulisan ini mengangkat masalah pemberdayaan sumber daya manusia, dengan stresingnya komponen apa saja yang diberdayakan, sehingga bila diberdayakan secara keseluruhan optimalisasi kinerja organisasi akan terwujud.
                 Tujuan mengangkat judul diatas, ingin memberikan kontribusi pada pemimpin bahwa pemberdayaan sumber daya manusia itu memiliki makna dan arti yang strategis. Bahwa jika selama ini pemberdayaan sumber daya manusia diartikan sekedar memberdaya aspek kompetensi saja, atau aspek kewenangan saja, atau kepercayaan saja atau tanggung jawab saja, belumlah cukup, mestinya keempat-empat ini diberdayakan secara berimbang.
B.   Komponen Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
                   Bahwa Sumber Daya Manusia dalam organisasi sangat strategis dan menentukan, bahkan keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan justru ditentukan factor sumber daya manusia. Oleh karena itu, sumber daya manusia selaku yang tidak member daya adalah tidak dikategorikan sebagai daya manusia dalam suatu organisasi.
                   Komponen-komponen yang perlu mendapat perhatian dalam rangka perberdayaan sumber daya manusia adalah sebagai berikut;
1.      Kemampuan meliputi pengetahuan, keterampilam dan sikap atau prilaku
2.      Penempatan pegawai yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan jabatan dalam suatu organisasi, artinya pegawai yang ditempatkan dalam jabatan senantiasa dikaitkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pegawai bersangkutan (the right men in the right palce)
3.      Kewenangan yang jelas, artinya seorang pegawai yang ditempatkan atau diserahi tugas, harus jelas kewenangannya. Karena seorang yang menghadapi tugas yang kurang jelaskewenangannya akan menimbulkan keragu-keraguan dalam melakukan setiap tindakan. Apabila demikian, maka pegawai tersebut kurang berdaya atau tidak efektif dalam melaksanakan tugasnya.
4.      Tanggung jawab pegawai yang jelas, artinya seseorang pegawai malakukan tugas atau wewenangnya senantiasa diikuti dengan tanggungjawab, sehingga bisa bekerja secara efektif efisien.
5.      Kepercayaan terhadap pegawai yang bersangkutan, bahwa seorang pegawai yang ditugasi atau diserahkan wewenang dengan pertimbangan yang matang dari berbagai aspek, sehingga yang bersangkutan adalah dipercayai atau diberi kepercayaan sepenuhnya untuk mengemban tugas dan wewenang itu.
6.      Dukungan terhadap pegawai yang bersangkutan, artinya pegawai tersebut kita yakini dan percayai untuk mengemban misi organisasi. Dalam hal memerlukan dukungan dari pihak lain senantiasa dapat member dukungan untuk keberhasilan misi dan peningkatan kinerja organisasi, apakah dari piahk pimpinan atau pihak lainnya.
7.      Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain gar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan kepemimpinan sebagaimana dimaksud akan menggambarkan, kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain dalam rangka mencapai tujuan oranisasi.
8.      Motivasi, merupakan kuatan yang ada dalam diri seseorang yang memancarkan daya, memberikan arahan, dan memelihara tigkah laku. Motivasi diartikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan atau rangsangan kepada pegawai, sehingga mereka bersedia bekerja dengan sukarela tanpa dipaksa, Dengan demikian bahwa pemberian motivasi merupakan hal yang sanga penting terhadap sumber daya manusia, agar mereka tetap mau melaksanakan pekerjaan organisasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki secara ikhlas dan sepenuh hati.
C.   Manfaat Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi
   Pentingnya memberdayakan sumber daya manusia dalam organisasi, karena melalui daya yang melekat pada sumber daya manusia akan dapat dimanfaatkan berbagai sumber yang terdapat dalam organisasi dan berbagai aktivitas yang ditetapkan akan dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran.
     Mengingat pentingnya pemberdayaa sumber daya manusia, karena manfaatnya terhadap sumber lain yang mensinergikan setiap proses kegitan organisasi, maka keberadaannya berperan sebagai berikut;
1.  Sebagai alat manajemen dalam rangka memberdayakan berbagai sumber-sumber untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
2.      Sebagai pembaharu manajemen, dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.
3.      Sebagai inisiator erhadap organisasi, untuk memanfaatkan peluang guna meningkatkan dan mengembangkan organisasi.
4.      Sebagai mediator terhadap pihak lain dalam rangka meningkat kinerja organisasi.
5.      Sebagai pemikir dalam rangka pengembangan organisasi.
        Dengan memperhatikan beberapa manfaat di atas, maka bagi organisasi yang tidak memberdaya bawahannya, atau memberdayakan bawahan setengah-setengah, itu berarti organisasi tidak jalan atau jalan ditempat, disini peran dari seorang pemimpin, agar memberdaya bawahan, dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi.
D. Kesimpulan
                   Pemberdayaan sumber daya manusia sangat penting dan strategis untuk memperbaiki, memperbaharui, dan meningkatkan kinerja organisasi. Pemberdayaan sumber daya manusia merupakan proses kegiatan untuk lebih memberdayakan daya manusia itu sendiri berupa kemampuan, kepercayaan, wewenang, dan tanggungjawab dalam rangka pelaksanaan kegiatan organisasi untuk meningkatkan kinerja organisasi sebagaimana yang diharapkan.
 DAFTAR  BACAAN
                   Anonim, 1986, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.
                   Cushway, B, 1986, Human Resource Management , gramedia, Jakarta
                   Lembaga Administrasi Negara 2008, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia,
                               Lembaga Administrasi Negara, Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Contoh laporan Penelitian Tindakan Kelas

< !-- Bahan pelajaran --> BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Semua guru atau siswa pasti selal...